Kanker Serviks

Sekilas tentang kanker serviks?

Artikel kesehatan kali ini berbicara tentang Kanker Serviks. Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau kanker mulut rahim? memang bukan nama yang asing. Terutama bagi kaum wanita merupakan momok paling mengerikan. Berikut 13 fakta tentang kanker serviks yang wajib kita ketahui :

1. Apa itu kanker serviks? kenali dah cegah yuk !

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).

Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

2. Sebeberapa bahaya penyakit kanker serviks ini?

klik untuk zoom

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

3. Apa sebenarnya penyebab kanker serviks ini?

Pertama, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal.Akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18.

Kedua, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

4. Bagaimana cara penularan kanker serviks ?

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.

Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Henah lo, mangkanya jangan jajan yaa.

5. Yuk kenali apa saja gejala kanker serviks ini?

Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.

Gejala kanker serviks tingkat lanjut :

  • munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding).
  • keputihan yang berlebihan dan tidak normal.
  • perdarahan di luar siklus menstruasi.
  • penurunan berat badan drastis.
  • Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung
  • juga hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

6. Berapa lama masa pertumbuhan kanker serviks ini?

Masa preinvasif (pertumbuhan sel-sel abnormal sebelum menjadi keganasan) penyakit ini terbilang cukup lama, sehingga penderita yang berhasil mendeteksinya sejak dini dapat melakukan berbagai langkah untuk mengatasinya.

Infeksi menetap akan menyebabkan pertumbuhan sel abnormal yang akhirnya dapat mengarah pada perkembangan kanker. Perkembangan ini memakan waktu antara 5-20 tahun, mulai dari tahap infeksi, lesi pra-kanker hingga positif menjadi kanker serviks.

7. Benarkah perokok berisiko terjangkit kanker serviks?

Ada banyak penelitian yang menyatakan hubungan antara kebiasaan merokok dengan meningkatnya risiko seseorang terjangkit penyakit kanker serviks. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan di Karolinska Institute di Swedia dan dipublikasikan di British Journal of Cancer pada tahun 2001.

Menurut Joakam Dillner, M.D., peneliti yang memimpin riset tersebut, zat nikotin serta “racun” lain yang masuk ke dalam darah melalui asap rokok mampu meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi cervical neoplasia atau tumbuhnya sel-sel abnormal pada rahim. “Cervical neoplasia adalah kondisi awal berkembangnya kanker serviks di dalam tubuh seseorang,” ujarnya.

8. Selain perokok siapa saja yang berisiko terinfeksi?

Perempuan yang rawan mengidap kanker serviks adalah mereka yang berusia antara 35-50 tahun, terutama Anda yang telah aktif secara seksual sebelum usia 16 tahun. Hubungan seksual pada usia terlalu dini bisa meningkatkan risiko terserang kanker leher rahim sebesar 2 kali dibandingkan perempuan yang melakukan hubungan seksual setelah usia 20 tahun.

Kanker leher rahim juga berkaitan dengan jumlah lawan seksual. Semakin banyak lawan seksual yang Anda miliki, maka kian meningkat pula risiko terjadinya kanker leher rahim. Sama seperti jumlah lawan seksual, jumlah kehamilan yang pernah dialami juga meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim.

Anda yang terinfeksi virus HIV dan yang dinyatakan memiliki hasil uji pap smear abnormal, serta para penderita gizi buruk, juga berisiko terinfeksi virus HPV. Pada Anda yang melakukan diet ketat, rendahnya konsumsi vitamin A, C, dan E setiap hari bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kekebalan pada tubuh, sehingga Anda mudah terinfeksi.

9. Bagaimana cara mendeteksinya?

Pap smear adalah metode pemeriksaan standar untuk mendeteksi kanker leher rahim. Namun, pap smear bukanlah satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Ada pula jenis pemeriksaan dengan menggunakan asam asetat (cuka).

Menggunakan asam asetat cuka adalah yang relatif lebih mudah dan lebih murah dilakukan. Jika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi Hybrid Capture II System (HCII).

10. Bagaimana mencegah kanker serviks?

Meski menempati peringkat tertinggi di antara berbagai jenis penyakit kanker yang menyebabkan kematian, kanker serviks merupakan satu-satunya jenis kanker yang telah diketahui penyebabnya. Karena itu, upaya pencegahannya pun sangat mungkin dilakukan. Yaitu dengan cara :

  • tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti
  • rajin melakukan pap smear setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual
  • dan melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual
  • dan tentunya memelihara kesehatan tubuh

11. Seberapa penting memakai vaksinasi HPV?

Pada pertengahan tahun 2006 telah beredar vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel serviks.

Selain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja ganda melindungi perempuan dari ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan kutil kelamin. Yang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada perempuan berusia 9 sampai 26 tahun yang belum aktif secara seksual.

Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga 75%. Ada kabar gembira, mulai tahun ini harga vaksin yang semula Rp 1.300.000,- sekali suntik menjadi Rp 700.000,- sekali suntik.

12. Adakah efek samping dari vaksinasi ini?

Vaksin ini telah diujikan pada ribuan perempuan di seluruh dunia. Hasilnya tidak menunjukkan adanya efek samping yang berbahaya. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah demam dan kemerahan, nyeri, dan bengkak di tempat suntikan.

Efek samping yang sering ditemui lainnya adalah berdarah dan gatal di tempat suntikan. Vaksin ini sendiri tidak dianjurkan untuk perempuan hamil. Namun, ibu menyusui boleh menerima vaksin ini.

13. Bisakah kanker serviks disembuhkan?

Berhubung tidak mengeluhkan gejala apa pun, penderita kanker serviks biasanya datang ke rumah sakit ketika penyakitnya sudah mencapai stadium 3. Masalahnya, kanker serviks yang sudah mencapai stadium 2 sampai stadium 4 telah mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti kandung kemih, ginjal, dan lainnya.

Karenanya, operasi pengangkatan rahim saja tidak cukup membuat penderita sembuh seperti sedia kala. Selain operasi, penderita masih harus mendapatkan erapi tambahan, seperti radiasi dan kemoterapi. Langkah tersebut sekalipun tidak dapat menjamin 100% penderita mengalami kesembuhan.

Pilih mana? mencegah dengan vaksinasi atau anda memilih pengangkatan rahim, radiasi dan kemoteraphy yang masih juga belum ada jaminan sembuh? Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?


Our Activity Guys!!!

wall magazine edisi november 2010Ini Wall Magazine PIK-KRR edisi November 2010,sejak disahkan kepengurusan baru bulan oktober dan serangkaian aktivitas,PIK-KRR terus aktif mensosialisasikan Wall Magazine dan program lainnya.

Wall Magazine edisi Desember,bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia,Tidak hanya membagi-bagika pita solidaritas ke lingkungan SMANSA tapi juga menerbitkan Wall Magazine edisi Desember kepada khalayak Sekolah.

Edisi Januari..:D

Dari Kiri ke kanan Kabag.Blog,Ketua Pelaksana,dan Bendahara Umum

 

Tunggu edisi selanjutnya..:D


Sejarah PIK Remaja SMA Negeri 1 Padang

Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Remaja(PIK-KRR) SMA Negeri 1 Padang Dibentuk pada tanggal 9 september 2008.berdasarkan kerjasama pemerintah  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional(BKKBN)Sumatera Barat.

Organisasi PIK-KRR Berada di bawah naungan Bidang III OSIS SMA Negeri 1 Padang bersama dengan Palang Merah Remaja(PMR),Sanggar Konsultasi Remaja(SKR),dan juga Gerakan Anti NArkoba Sekolah(GANAS).

Sejak diubahnya status PIK-KRR dari sub-bidang OSIS menjadi EKSKUL,PIK-KRR terus berkembang dan aktif di berbagai event seperti:

1.Seminar Pusat Informasi dan Konsultasi Mahasiswa(PIKM)

2.Seminar AIESEC P.BOX Sumatera Barat

3.Kerjasama Erat dengan BKKBN,PKBI Cemara,dan instansi pemerintah lainnya

4.Aktif dalam penerbitan Wall Magazine setiap bulannya

5.Aktif dalam penyebaran pamflet dan brosur kesehatan remaja

6.Pesatnya peminat Library of PIK-KRR yang baru diadakan tahun 2011 minggu pertama januari

7.Questioner yang rutin setiap 1×2 bulan,untuk meninjau kepedulian siswa

dan berbagai kegiatan aktif baik internal maupun eksternal SMA 1Padang

Dengan dasar inilah kami terus maju untuk memperluas wawasan para remaja tentang Triad KRR,SALAM RAVETHOUS!!!


Susunan Kepengurusan PIK-KRR SMAN 1 Padang 2010-2011

Pelindung                   : Drs.Jufril Siry,M,M

Penanggung Jawab     : Drs.Ramadansyah,M.Pd

Pembina                     :D ra.Febria Suhatri,M.Pd

-Suryanto,M.Pd

Ketua Pelaksana          :Angelia Primanisa

Wakil Ketua                :Zaima Dzatul Ilma

Sekretaris Umum        :Aisyah Kumala Dewi

Bendahara Umum       :Rima Restu Ananda

Kabag.Wall Magazine:Robby Kurniawan

Anggota                      :Modhy Mahardika Jufri

Sherinta Eleusa

Wulandari

Kabag.Library of PIK-KRR:Imam Fantowi

Kabag. Blog                :Fairuz Primagita

Anggota                      :Crisdina Suseno

Bangun Permadi

Fakhri Muslim


Remaja merupakan fokus dari Upaya Pencegahan HIV/AIDS

Hampir 12 juta laki-laki dan perempuan di bawah usia 24 tahun positif HIV di seluruh dunia. Dengan peningkatan jumlah setiap harinya, para ahli kesehatan masyarakat terpanggil untuk memfokuskan perhatian sedunia pada generasi AIDS. Remaja merupakan kelompok yang paling rentan secara fisik dan psikis terhadap infeksi.

Pada konferensi pers di Burkina Faso, Afrika, sekelompok peneliti dari USAID dan John Hopkins University (JHU) mengumumkan temuan dari laporan terbaru JHU mengenai AIDS pada remaja.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa AIDS menyebabkan banyak korban pada remaja sehingga dibutuhkan upaya untuk meningkatkan dukungan politik, keuangan, pendidikan dan sosial dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka.

Karungari Kiragu dari JHU menganggap bahwa sudah terlambat untuk mencegah kematian akibat AIDS yang sedemikian besarnya. Perkiraan ini berdasarkan terbatasnya pilihan, baik untuk penanganan yang mencukupi dan memuaskan di negara berkembang, serta pentingnya mencegah prevalensi yang lebih besar dari perilaku berisiko pada mereka.

Pembicara menekankan bahwa remaja harus menjadi fokus dari semua strategi mendatang yang mengandung informasi penyebaran virus, dengan menekankan bahwa tekanan sebaya, kekurangsadaran dan kebingungan remaja berpengaruh lebih besar dari perilaku berisiko pada generasi ini.

Laporan ini menekankan kebutuhan program pendidikan seks ditujukan khusus untuk remaja di negara berkembang. Tercatat bahwa 95% dari semua infeksi HIV terjadi pada negara miskin dan berkembang, padahal 95% dana pencegahan AIDS telah dihabiskan di negara maju.

Menurut Neil McKee, di Uganda, promosi pendidikan seksual dapat punya efek positif seiring dengan waktu berjalan. Dia memberikan contoh Uganda di mana program pendidikan seks (untuk menggerakkan komunikasi lebih terbuka dan pelayanan kesehatan untuk remaja) dapat memperlambat penyebaran HIV.

JHU mengulang tipe yang sama dari pendekatan ini di beberapa negara dengan keberhasilan di Ghana dan Zambia

Intinya, kata McKee, melakukan tindakan segera secepat mungkin untuk membuat perbedaan besar dalam menghentikan penyebaran AIDS pada remaja. Tindakan yang difokuskan pada remaja mungkin merupakan intervensi paling efektif dari segi biaya (cost-effective) jika mampu membuat perubahan segera di masyarakat.


Dampak Pubertas dan menstruasi pada gigi

Peningkatan produksi hormon seks pada saat pubertas umumnya akan menyisakan keadaan yang konstan bagi kehidupan reproduksi seorang perempuan. Masa pubertas pada perempuan ditandai dengan dimulainya siklus menstruasi. Peningkatan hormon seks memicu pelebaran pembuluh darah kecil pada gusi. Pelebaran darah tersebut dapat dilihat dengan adanya gusi yang memerah, perdarahan pada radang gusi, dan bengkak.

Mikroba pada fase di atas berubaha dari flora mikroba yang “menyehatkan” menjadi mikroba yang bersifat destruktif  atau bersifat pathogen. Perubahan ini mengakibatkan peningkatan kadar hormon dalam darah dimana bakteri patogen dapat menggunakannya untuk terus tumbuh dan bertambah banyak (berproliferasi). Keberadaan plak dan karang pada gigi juga akan semakin memperburuk kondisi di atas.

Hal ini semakin menguatkan akan pentingnya penanaman kebiasaan kesehatan gigi di usia dini, serta melakukan pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin. Kecenderungan kasus peradangan dan gigi yang bengkak dihubungkan pada masa pubertas dan akan semakin menurun ketika sudah usia lanjut.

Namun demikian, perempuan mengalami peradangan menjelang datangnya masa menstruasi. Munculnya gusi merah, bengkak, perih pada gusi.dan luka pada mulut menjadi tanda yang biasa. Tanda-tanda peradangan akan menghilang seiring dengan datangnya periode menstruasi. Oleh karena itu, higienitas mulut yang tidak adekuat dapat meningkatkan keparahan gangguan mulut yang menyebabkan rasa tak nyaman.


hasil pengujian mi instan!!!

Semua produk mi instan yang terdaftar dan beredar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku serta dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Dari 158 sampel kecap dalam mi instan, ada 96 sampel mengandung methyl p-hydroxybenzoate yang tidak melebihi 250 mg per kg (batas maksimum yang diizinkan). Sementara 62 sampel sama sekali tidak mengandung zat pengawet untuk saus atau kecap.

Demikian hasil sampling surveillance dan pengujian laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terhadap sejumlah merek mi instan dari peredaran di 21 provinsi yang dikemukakan oleh Kepala BPOM, Kustantinah, di Jakarta, Senin (18/10/2010).

BPOM menentukan 250 mg per kg sebagai batas penggunaan methyl p-hydroxybenzoate atau nipagin pada produk saus atau kecap di Indonesia. Nilai tersebut berdasarkan standar Codex Allimentarius Committee (CAC) dan kajian ilmiah terhadap risiko kesehatan serta sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 722/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan.

Selain itu, berdasarkan Database of Select Committee on Generally Recognize as Safe (GRAS) Substances Reviews, diketahui tidak ada bukti bahaya pemakaian nipagin sebagai pengawet dalam pangan olahan sepanjang digunakan sesuai standar dan tidak melebihi batas maksimal yang diizinkan.

“BPOM sendiri terus mengawasi post market dengan mengambil sampel pangan olahan secara acak dan pengujian laboratorium, termasuk mi instan yang dijual di pasaran,” ujar Kustantinah.


selepas usia 50 anda mau hidup 50 tahun lagi??

hai-hai PIK-KRR members yang setia buat ngunjungin blognya PIK-KRR SMA N 1 Padang,bahasan kali kita kan menguak(azeee,gayanya selangit) rahasia usia anda (jreng..jreng) bertambah 5O TAHUN LAGI!!!!!OH God it is not impossible right???

Anda ingin hidup 100 tahun lagi? Bisa jadi hajat itu terpenuhi kalau Anda memiliki standar hidup berkualitas tinggi.  Tapi bagaimana dengan kemampuan tubuh Anda sendiri? Tubuh akan “terkorosi” selepas umur 50 tahun. Apa gunanya usia satu abad dengan tubuh yang sudah tidak fit?

Tim ilmuwan teknik biologi dan medis di Leeds University, Inggris, sedang mencari  solusi inovatifnya. Konon mereka menanam modal sampai 50 juta pound sterling (sekitar Rp 750 miliar) dalam sebuah proyek bertitel : “(tetap) aktif 50 tahun lagi selepas usia 50).

Mereka menyiapkan teknik yang memungkinkan jaringan atau organ donor ditumbuhkan sendiri dalam tubuh para pensiunan. Donor jaringan atau organ yang diambilkan dari bagian tubuh yang lain tentu tidak akan mengalami penolakan ketimbang donot diambil dari tubuh orang lain.

Tanpa efek penolakan, jaringan atau organ donor itu akan lebih tahan lama. Tulang pinggul, misalnya, bisa dibuat awet seumur hidup daripada sekadar 20 tanun berdasarkan ekspetasi maksimum pemakaian pinggul buatan saat ini.

Profesor John Fisher, anggota tim, menyatakan, kombinasi sendi dari logam campuran kobait dan krom dengan bola atau “kepala” dari keramik membuat pinggul bisa berusia sampai 100 juta langkah kaki. “Langkah sebanyak itu cukup untuk mengantar seseorang yang sudah berusia 50 tahun ke perayaan ulang tahunnya yang ke-100,” katanya.

Tulang pinggul, tempurung lutut dan jantung adalah tiga prioritas awal Fisher dan koleganya dalam tim itu. Bertolak dari organ atau jaringan di tiga bagian tubuh tersebut, mereka berharap bisa meng-upgrade banyak anggota tubuh lainnya yang biasa aus dimakan waktu.

Sejauh ini mereka berhasil membuat jantung hewan dan 40 pasien di Brasil berdetak dengan teknik tersebut. Profesor Christina Doyle dari Xeno Medical, perusahaan peralatan medis yang terlibat dalam tim, menyatakan butuh 30 sampai 50 tahun untuk dapat menyediakan seluruh jaringan atau organ donor yang orisinil dari tubuh sendiri. Alasannya, setiap produk harus didesain dan diuji satu persatu.(a/angel)


TV dan Internet beri andil terbesar dalam meledaknya angka seks pra-nikah

Assalamualaikum,teman-teman semua kami hadir lagi dengan artikel-artikel terbaru seputar kesehatan remaja,jangan lupa ya!!buat yang mau konsultasi langsung login aja ke kursor konsultasi,Let’s having fun with Ravethous Care of SMANSA!!!!:)

Pengaruh tayangan televisi yang menonjolkan pornografi dan pornoaksi, maraknya penjualan keping disk khusus dewasa serta kebebasan membuka situs pornografi di internet diduga semakin `meledakkan` angka seks pra nikah yang dilakukan para remaja di Jawa Barat.

Demikianlah benang merah Diskusi Panel “Pengembangan Kesadaran Pemuda Terhadap Faktor Destruktif melalui Gerakan Anti Pornografi dan Pornoaksi” yang digelar di Islamic Centre Cirebon, belum lama ini.

Tampil sebagai pembicara Ketua Divisi Pemuda Aliansi Selamatkan Anak Indonesia (ASA) Arif Srisardjono S Sos, sosiolog dari STAIN Cirebon Prof Dr Abdullah Ali MA, dan Shakina Mirfa Nasution SE MApp.Fin juga dari ASA. .

Menurut Arif Srisardjono, angka seks pra nikah yang menghinggapi remaja di Jawa Barat diperkirakan lebih dari 40 persen, karena hasil survei tahun 2002 menunjukkan 40 persen remaja berusia 15-24 tahun telah mempraktekan seks pranikah.

Demikian juga survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 di Jabodetabek didapatkan hasil lebih dari 80 persen anak-anak usia 9-12 tahun telah mengakses materi pornografi dari sejumlah media termasuk internet.

“Jika saja ada kembali survei tahun 2007 ini maka angka seks pra nikah mungkin lebih besar lagi,” katanya.

Ia mendesak agar UU Pornografi yang memberikan perlindungan kepada anak dan remaja segera diundangkan dan UU tersebut harus mengakomodir klausul khusus tentang perlindungan anak dari pemanfaatan dalam produksi pornografi.

Sadari bahaya pornografi:
Sementara Prof Dr Abdullah Ali MA mengatakan, semua pihak seharusnya menyadari terhadap bahaya pornografi dan pornoaksi dalam kehidupan sosial dan perkembangan jiwa anak-anak sehingga perlu perangkat proteksi baik berupa udang-undang ataupun teknologi maju untuk membendung hal itu.

“Di China sangat keras proteksi untuk itu dimana semua warung internet diwajibkan memblok situs-situs pornografi, tetapi di sini tidak ada pengawasan itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, masyarakat harusnya menyadari bahwa serangan pronografi dan pornoaksi itu telah muncul di berbagai tempat sehingga selain mengawasi segala aktifitas anak-anaknya, juga harus semakin mempertebal keimanan mereka.

Melebihi kokain:
Menurut Shakina, kerusakan otak yang diakibatkan pornografi yang dilihat, didengar dan dirasakan akan melebihi kokain karena pornografi akan mengaktifan jaringan seks yang diciptakan Tuhan untuk orang yang sudah menikah.

“Tuhan menciptakan enam jenis hormon yang aktif pada hubungan pasangan yang sudah menikah. Kini hormon tersebut diaktifkan pada anak dan tanpa pasangan,” katanya.

Ia menjelaskan, dampak psiko-sosialnya remaja akibat pornograsi mulai dari adiksi (ketagihan) sampai ekskalasi perilaku seksual menyimpang seperti lesbian, incest, pedophilia, dan desensifitasi atau penurunan sensivitas seks. (rol)


seberapa penting tes keperawanan bagi remaja era globalisai

Assalamualaikum teman-teman ravethous edisi kali ini kita akan membahas seberapa pentingnya nilai tes keperawanan di zaman kita yang kat orang jawa “Zamane,zama wuedan..”ahaha…

oke let’s see this article..

atu lagi kebijakan pemerintah negara kita mengenai tes keperawanan bagi anak sekolah. Pertanyaanpun timbul dari benak masyarakat mengenai perlu atau tidaknya tes keperawanan tersebut. Hal tersebu menjadi perdebatan di masyarakat, karena dirasa tes tersebut hanya akan mengdiskriminasikan para wanita. Korelasi dari kebijakan itu sendiri menjadi tidak jelas dengan perempuan yang hendak masuk ke bangku sekolah. Tidak ada kaitan antara keperawanan dengan pendidikan yang menjadi polemik di masyarakat, Jika perempuan tersebut ternyata tidak perawan, lalu kebijakan apa yang akan dilakukan? dilarang bersekolah di tempat tersebut? menjadi hal yang tidak wajar dan sangat mengdiskriminasikan perempuan jika hal tersebut sampai dilakukan.

Teruuuussss…!!! Akankah Berhasil…??? Apakah ada segi postifnya…???
Jika pemerintah indonesia tetap membiarkan pemutaran xxx dibawah ini…
Bayangkan…!!! jika film seprti ini ditonton atau dilihat oleh anak dibawah umur, Berapa prosentase Keperawanan 5, 10, 15 tahun kedepan…???
Terus… menurut shobat sendiri gimana…???

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.